Oleh :
Yandi Bagus K (5150411138)
Agung Priyanto ( 5150411173)
M. Fikri Omar ( 5150411175)
Tampilan pertama ketika sudah booting melalui file .iso / dvd. Ada beberapa pilihan di boot menu. Jika ingin langsung install, maka yang dipilih adalah CLI atau Command Line Interface. Jika yang dipilih Graphical Install, maka yang dipilih adalah menggunakan grafik. Tidak ada perbedaan yang signifikan diantara keduanya.
Setelah memilih bahasa, maka akan ada perintah
untuk memilih lokasi. Lokasi yang dipilih untuk proses instalasi adalah
beberapa negara yang menggunakan bahasa yg sudah dipilih sebelumnya. Disini
saya memilih United State.
Pada step selanjutnya, user akan diminta untuk memilih
konfigurasi keyboard. Disarankan untuk memilih American English untuk
konfigurasi keyboard.
Masukkan hostname sesuai keinginan. Disarankan untuk tidak
memakai spasi pada penulisan hostname. Disini saya memberi nama hostname dengan
“debian”.
Selanjutnya akan muncul untuk konfiguasi domain. Disini
dapat diisi tetapi menggunakan akhiran .in, .com, .net, .edu, .or, atau .org.
tetapi jika ingin dikosongkan atau tidak di isi juga tidak bermasalah.
Masukkan password yang nantinya akan digunakan sebagai
password untuk hostname.
Buat user baru dengan menginputkan nama user yang akan
digunakan. Untuk nama user dipebolehkan menggunakan spasi pada penamaannya.
Selanjutnya, membuat username untuk login kedalam sistem
operasi. Pada penulisan username, disarankan menggunakan huruf kecil.
Masukkan password untuk root yang nantinya akan digunakan
sebagai password untuk login ke desktop.
Memilih zona waktu.
Kemudian mengatur partisi memori. Disini, digunakan cara
manual.
Lalu memilih partisi yang akan digunakan.
Jika muncul seperti ini, pilih
saja yes. Lalu continue.
Pilih partisi yang masih FREE
SPACE lalu tekan enter.
Untuk memudahkan mengatur partisi, saya memilih partisi
ruang kosong secara otomatis.
Pilih Separate /home, /var and /swap partitions. Lalu continue.
Setelah selesai mengatur partisi, pilih opsi “Finish
partitioning and write changes to disk”
Pilih yes untuk menulis perubahan pada disk.
Tunggu proses instalasi selesai.
Jika tidak ingin melakukan scanning pada CD atau DVD lain,
pilih “No”, kemudian lanjut ke tahap berikutnya.
Jika muncul Configure The Package
Manager, pilih saja United States, lalu continue.
Pilih paling atas, yang
direkomendasikan oleh Debian sendiri. Tetapi jika ingin memilih yang lain juga
diperbolehkan.
Pada Package Manager, dapat diisi,
atau dapat dikosongi. Jika ingin diisi, ikuti instruksi dan contoh yang ada.
Jika ingin dibiarkan kosong, juga bisa.
Tunggu proses instalasi selesai.
Lalu pilih “No” jika tidak ingin berpartisipasi dalan
survei penggunaan paket.
Pilih software dan desktop yang akan diinstall pada
penginstalan Debian. Pastikan memilih “SSH Server” untuk akses remot pada
terminal.
Tunggu proses instalasi selesai.
Pilih “Yes” untuk memasang GRUB boot loader.
Pilih partisi yang digunakan untuk pemasangan GRUB.
Klik “Continue” untuk me-reboot sistem.
Sistem melakukan reboot.
Masukkan username dan password
yang sudah dibuat di awal tadi untuk melakukan login user.
Debian 9 sudah siap digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar