Rabu, 07 Maret 2018

Tutorial Install Debian 9 di VMware

     Oleh :

Yandi Bagus K (5150411138)

Agung Priyanto ( 5150411173)

M. Fikri Omar ( 5150411175)


Tampilan pertama ketika sudah booting melalui file .iso / dvd. Ada beberapa pilihan di boot menu. Jika ingin langsung install, maka yang dipilih adalah CLI atau Command Line Interface. Jika yang dipilih Graphical Install, maka yang dipilih adalah menggunakan grafik. Tidak ada perbedaan yang signifikan diantara keduanya.






Pilih bahasa yang akan digunakan untuk proses instalasi Debian 9. Disini saya menggunakan bahasa Inggris. Pilih English – English, lalu tekan continue.






Setelah memilih bahasa, maka akan ada perintah untuk memilih lokasi. Lokasi yang dipilih untuk proses instalasi adalah beberapa negara yang menggunakan bahasa yg sudah dipilih sebelumnya. Disini saya memilih United State.





Pada step selanjutnya, user akan diminta untuk memilih konfigurasi keyboard. Disarankan untuk memilih American English untuk konfigurasi keyboard.






Masukkan hostname sesuai keinginan. Disarankan untuk tidak memakai spasi pada penulisan hostname. Disini saya memberi nama hostname dengan “debian”.





Selanjutnya akan muncul untuk konfiguasi domain. Disini dapat diisi tetapi menggunakan akhiran .in, .com, .net, .edu, .or, atau .org. tetapi jika ingin dikosongkan atau tidak di isi juga tidak bermasalah.





Masukkan password yang nantinya akan digunakan sebagai password untuk hostname. 





Buat user baru dengan menginputkan nama user yang akan digunakan. Untuk nama user dipebolehkan menggunakan spasi pada penamaannya.





Selanjutnya, membuat username untuk login kedalam sistem operasi. Pada penulisan username, disarankan menggunakan huruf kecil.





Masukkan password untuk root yang nantinya akan digunakan sebagai password untuk login ke desktop. 






 Memilih zona waktu.







Kemudian mengatur partisi memori. Disini, digunakan cara manual.






Lalu memilih partisi yang akan digunakan.






Jika muncul seperti ini, pilih saja yes. Lalu continue.






Pilih partisi yang masih FREE SPACE lalu tekan enter.






Untuk memudahkan mengatur partisi, saya memilih partisi ruang kosong secara otomatis.






Pilih Separate /home, /var and /swap partitions. Lalu continue.






Setelah selesai mengatur partisi, pilih opsi “Finish partitioning and write changes to disk”






Pilih yes untuk menulis perubahan pada disk.






Tunggu proses instalasi selesai.






Jika tidak ingin melakukan scanning pada CD atau DVD lain, pilih “No”, kemudian lanjut ke tahap berikutnya.






Jika muncul Configure The Package Manager, pilih saja United States, lalu continue.






Pilih paling atas, yang direkomendasikan oleh Debian sendiri. Tetapi jika ingin memilih yang lain juga diperbolehkan.






Pada Package Manager, dapat diisi, atau dapat dikosongi. Jika ingin diisi, ikuti instruksi dan contoh yang ada. Jika ingin dibiarkan kosong, juga bisa.






Tunggu proses instalasi selesai.






Lalu pilih “No” jika tidak ingin berpartisipasi dalan survei penggunaan paket.






Pilih software dan desktop yang akan diinstall pada penginstalan Debian. Pastikan memilih “SSH Server” untuk akses remot pada terminal.







 Tunggu proses instalasi selesai.






Pilih “Yes” untuk memasang GRUB boot loader.






Pilih partisi yang digunakan untuk pemasangan GRUB.






Klik “Continue” untuk me-reboot sistem.






Sistem melakukan reboot.






Masukkan username dan password yang sudah dibuat di awal tadi untuk melakukan login user.






Debian 9 sudah siap digunakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar